Beranda › Berita
TIPS & TRIK

AC vs DC Fast Charging: Cara Kerja, Biaya, dan Kapan Pakainya

Mobil listrik menawarkan pengalaman berkendara yang praktis, efisien, dan semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Banyak pengguna masih beranggapan bahwa semua proses pengisian daya sama, padahal setiap metode memiliki karakteristik berbeda.

Perbedaan tersebut tidak hanya memengaruhi kecepatan pengisian baterai, tetapi juga kenyamanan penggunaan kendaraan dalam aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

Mari pelajari perbedaan AC dan DC fast charging sebagai dua metode pengisian daya utama sehingga Anda dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan harian.

Key Summary

Apa Itu AC dan DC Charging?

AC charging adalah metode pengisian daya mobil listrik yang menggunakan arus bolak-balik atau Alternating Current (AC) dari sumber listrik seperti rumah, kantor, atau fasilitas umum.

Sementara itu, DC charging adalah metode pengisian daya yang menggunakan arus searah atau Direct Current (DC) untuk mengisi baterai kendaraan listrik.

Pengisian Arus Listrik AC (Alternating Current)

AC charging menjadi metode pengisian daya yang paling umum digunakan pemilik kendaraan listrik. Sistem ini tersedia di rumah, kantor, apartemen, dan berbagai lokasi publik.

Cara Kerja AC Charging

Pada sistem AC charging, proses konversi listrik dari AC ke DC dilakukan oleh onboard charger yang berada di dalam kendaraan.

Kelebihan AC Charging

AC charging memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya pilihan utama untuk penggunaan sehari-hari.

Kekurangan AC Charging

Meski praktis, AC charging memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan.

Arus Listrik Direct Current (DC)

DC charging dirancang untuk pengisian daya yang jauh lebih cepat dibandingkan metode AC. Teknologi ini banyak digunakan di SPKLU dan lokasi strategis dengan mobilitas kendaraan tinggi.

Cara Kerja DC Charging

Melalui metode DC charging, perubahan arus listrik dilakukan secara langsung pada stasiun pengisian sehingga daya bisa masuk ke dalam baterai tanpa perlu melalui pemrosesan ulang oleh kendaraan.

Kelebihan DC Charging

DC charging dirancang untuk memberikan proses pengisian daya yang lebih cepat dan efisien.

Kekurangan Pengisian DC

Meski cepat, DC charging juga memiliki beberapa tantangan penggunaan, seperti:

Perbedaan AC dan DC Charging

Mari bandingkan AC vs DC charging supaya Anda bisa menentukan solusi pengisian daya yang paling sesuai dengan kebutuhan kendaraan listrik Anda.

1. Kecepatan Pengisian

AC charging umumnya membutuhkan waktu lebih lama karena proses konversi arus dilakukan oleh onboard charger di dalam kendaraan. Sebaliknya, DC charging dapat mengisi baterai jauh lebih cepat karena energi langsung disalurkan ke baterai dalam bentuk arus searah.

Baca juga: Berapa Lama Waktu Charging Mobil Listrik? Tips Menghemat Pengisian Daya

2. Lokasi Penggunaan

AC charging lebih sering digunakan di rumah, kantor, atau area parkir yang memungkinkan kendaraan terhubung dalam waktu lama. Sementara itu, DC charging banyak tersedia di SPKLU, rest area jalan tol, dan lokasi strategis yang melayani kebutuhan pengisian cepat.

3. Biaya Instalasi

Instalasi charger AC relatif lebih sederhana sehingga biaya pemasangan dan perangkatnya lebih terjangkau. Di sisi lain, DC charging membutuhkan investasi yang lebih besar karena menggunakan teknologi konversi daya berkapasitas tinggi.

4. Efisiensi Energi

Pada AC charging, sebagian energi digunakan untuk proses konversi dari AC menjadi DC di dalam kendaraan. Pada DC charging, proses konversi dilakukan di charger sehingga aliran energi menuju baterai dapat berlangsung lebih efisien dan cepat.

5. Keamanan dan Kenyamanan Penggunaan

AC charging sangat nyaman untuk penggunaan harian karena dapat dilakukan saat kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama. Sebaliknya, DC charging memberikan kenyamanan lebih saat perjalanan jauh karena mampu mengurangi waktu tunggu pengisian daya secara signifikan.

Tabel Perbedaan AC vs DC Charging

AspekAC ChargingDC ChargingKecepatan PengisianLebih lambatJauh lebih cepatEfisiensi EnergiAda proses konversi di kendaraanKonversi dilakukan di chargerBiaya InstalasiLebih ekonomisLebih mahalAksesibilitasBanyak tersedia di rumah dan kantorUmumnya tersedia di SPKLUInfrastrukturLebih mudah dipasangMembutuhkan infrastruktur khususKeamananCocok untuk penggunaan rutinMemerlukan pengelolaan suhu yang baikKesesuaian PenggunaanPengisian harianPerjalanan jauh dan kebutuhan cepat

Tidak ada metode yang sepenuhnya lebih baik karena AC dan DC charging dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.

Tantangan Penggunaan AC dan DC Charging

AC dan DC charging memiliki tantangan berbeda. Memahami keterbatasan masing-masing metode membantu Anda menentukan pilihan yang paling sesuai.

Tantangan Pengisian AC

AC charging praktis untuk penggunaan sehari-hari, namun tetap memiliki beberapa keterbatasan.

Tantangan Pengisian DC

DC charging menawarkan kecepatan tinggi, namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Mana yang Lebih Tepat: Pengisian AC atau DC?

Pilihlah metode charging yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan sehari-hari. Tidak ada metode yang sepenuhnya lebih baik karena masing-masing memiliki fungsi berbeda.

1. AC untuk Penggunaan Sehari-hari

AC charging sangat cocok untuk pengisian daya rutin di rumah atau kantor saat kendaraan tidak digunakan. Waktu pengisian yang lebih lama tidak menjadi masalah karena baterai dapat terisi bertahap sepanjang malam atau jam kerja.

2. DC untuk Kebutuhan Cepat

DC charging adalah pilihan ideal saat Anda membutuhkan tambahan daya dalam waktu singkat. Metode ini juga sangat membantu untuk perjalanan jarak jauh yang memerlukan pengisian cepat.

Rekomendasi Penggunaan Harian

Setiap metode charging memiliki kondisi penggunaan yang ideal. Pemilih metode yang tepat akan mengoptimalkan kenyamanan dan efisiensi pengisian daya kendaraan listrik.

1. Untuk Pemakaian Rutin

Gunakan AC charging sebagai metode utama untuk pengisian daya harian di rumah atau kantor. Metode ini lebih ekonomis dan mendukung pola penggunaan kendaraan listrik sehari-hari.

2. Untuk Perjalanan Jauh

Gunakan DC fast charging saat perjalanan antarkota atau ketika membutuhkan pengisian daya cepat. Kecepatan pengisian yang tinggi mengurangi waktu tunggu selama perjalanan.

3. Untuk Kondisi Darurat

DC charging adalah solusi praktis saat kapasitas baterai rendah dan Anda perlu segera melanjutkan perjalanan. Pengisian cepat memberikan tambahan jarak tempuh signifikan dalam waktu singkat.

Baca juga: Panduan Lengkap Charging Mobil Listrik untuk Pemula

Biaya AC dan DC Fast Charging

Biaya DC Fast Charging di SPKLU umumnya berkisar Rp2.466–Rp2.600 per kWh. Selain tarif listrik, pengguna dapat dikenakan biaya layanan tambahan hingga Rp25.000 untuk Fast Charging (25–50 kW) dan hingga Rp57.000 untuk Ultra Fast Charging (di atas 50 kW).

Apakah DC Fast Charging Mengurangi Umur Baterai?

Ya, DC fast charging dapat sedikit mempercepat degradasi baterai karena menghasilkan panas lebih tinggi. Namun, dampaknya relatif kecil karena mobil listrik modern sudah dilengkapi sistem manajemen suhu untuk melindungi baterai selama pengisian.

Mengapa DC Lebih Dipilih untuk Fast Charging?

DC charging lebih dipilih karena dapat mengisi baterai jauh lebih cepat dibandingkan AC charging. Arus DC langsung masuk ke baterai tanpa perlu dikonversi terlebih dahulu oleh kendaraan.

Baca juga: Daftar Lokasi Charge Mobil Listrik di Indonesia

Mengapa AC Charging Lebih Lambat Dibandingkan DC?

AC charging lebih lambat karena listrik harus dikonversi terlebih dahulu menjadi arus DC di dalam kendaraan. Proses ini membuat waktu pengisian lebih lama dibandingkan DC charging yang langsung mengisi baterai.

Pilih Metode Charging yang Sesuai untuk Pengalaman Berkendara yang Lebih Optimal

Itulah perbandingan AC vs DC charging agar Anda bisa menentukan metode pengisian daya yang paling sesuai dengan kebutuhan.

AC charging adalah pilihan ideal untuk penggunaan harian di rumah atau kantor karena lebih ekonomis dan mudah diakses. DC charging menawarkan kecepatan tinggi yang sangat membantu saat perjalanan jauh atau kondisi mendesak.

Jika Anda mencari mobil listrik yang mendukung kedua metode pengisian daya tersebut, Chery E5 dapat menjadi pilihan yang menarik.

Mobil listrik ini mendukung pengisian AC charging hingga 11 kW serta DC fast charging, yang memungkinkan pengisian baterai dari 30% hingga 80% hanya dalam sekitar 28 menit.

Dengan baterai berkapasitas 61,1 kWh dan jarak tempuh hingga 430 km (WLTP), Chery E5 dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan yang lebih jauh.

Kunjungi dealer Chery terdekat dan kenali lebih lanjut berbagai fitur serta teknologi pengisian daya yang ditawarkan Chery E5 untuk mendukung pengalaman berkendara listrik yang lebih nyaman dan praktis!

Chat Sales